WhatsApp Icon
BAZNAS Luwu Salurkan 1.125 Pcs Daging Dam Haji dari BAZNAS RI ke Pesantren, Panti Asuhan, dan Mustahik

Luwu, Sulawesi Selatan — BAZNAS Kabupaten Luwu dipercaya untuk menyalurkan daging dam haji yang berasal dari BAZNAS RI kepada sejumlah pesantren, panti asuhan, serta para mustahik yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Luwu.

Sebanyak 1.125 pcs daging dam haji disalurkan kepada lembaga-lembaga keagamaan, sosial, dan masyarakat penerima manfaat sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama serta wujud nyata penyaluran manfaat ibadah haji kepada mereka yang membutuhkan.

Penyerahan dilakukan langsung oleh pimpinan dan staf BAZNAS Kabupaten Luwu, yang turun ke lapangan untuk memastikan pendistribusian berjalan dengan baik, tertib, dan tepat sasaran. 

Ketua BAZNAS Kabupaten Luwu menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan oleh BAZNAS RI.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS RI atas amanah yang telah dipercayakan kepada kami. Semoga daging dam ini membawa keberkahan bagi para santri, anak-anak asuh, dan para mustahik di Kabupaten Luwu,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Luwu berharap penyaluran daging dam haji dapat mempererat silaturahmi antarlembaga, menumbuhkan semangat berbagi, serta memperluas jangkauan manfaat program sosial keagamaan di wilayah Kabupaten Luwu.

17/10/2025 | Kontributor: Baznas Luwu
Sambut Indonesia Emas 2045, Beasiswa Santri Sangat Dibutuhkan

Pemberian beasiswa bagi santri sangat dibutuhkan guna melanjutkan tingkat pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Hal ini diharapkan mampu menciptakan generasi unggul menyambut era Indonesia Emas 2045.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyatakan, pada tahun 2024, BAZNAS telah menyalurkan beasiswa kepada 10.000 santri BAZNAS yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Hal ini dikatakannya dalam Seminar Nasional dan Pelepasan Duta ASFA bertema Strategi Penguatan Pesantren dan Lembaga Pendidikan Islam dalam Rangka Menyongsong Puncak Bonus Demografi Menuju Indonesia Emas 2045 di Gedung DPR RI, Jakarta baru-baru ini.

“Kalau 41 ribu pesantren di Indonesia ini ada kadernya satu per satu saja, maka pesantren kita di Indonesia akan lebih maju lagi,” kata dia.

Ia mengatakan, konsep penguatan beasiswa berbasis pesantren yang nantinya kembali kepada pesantren, seperti yang dilakukan ASFA Foundation. Dapat membawa dampak besar bagi kemajuan generasi Indonesia Emas 2045.

Kiai Noor juga menyoroti skema beasiswa yang diterapkan ASFA Foundation, dengan pembagian 47 persen untuk Dirosah Islamiyah, 40 persen untuk STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), dan 13 persen untuk bidang sosial dan humaniora.

“Artinya bahwa pondok pesantren kalau menggunakan pola ASFA Foundation ini akan menjadi pondok pesantren yang modern dan bisa berkompetisi di Indonesia Emas tahun 2045. Jadi nanti BAZNAS dan lembaga amil zakat yang lain bisa memberikan beasiswa seperti yang dilakukan ASFA,” ucap Kiai Noor.

Saat ini, BAZNAS telah memberikan beasiswa kepada lebih dari 1.000 mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Mesir dan Timur Tengah. Mereka diharapkan dapat kembali ke tanah air dan berkontribusi dalam mencetak generasi unggul.

Dalam waktu dekat, Kiai Noor mengungkapkan BAZNAS RI akan mengadakan pertemuan dengan LAZ (Lembaga Amil Zakat) di Indonesia guna membahas strategi pemberian beasiswa bagi santri. Pertemuan ini juga akan mencakup usulan Rektor IPB untuk menyediakan beasiswa khusus bagi mahasiswa Palestina.

“Ada usulan juga terkait pemberian beasiswa bagi mereka yang memperdalam Ilmu Al-Qur’an dan Ilmu Hadits. Saya kira ini juga penting sekali dan dibutuhkan di Indonesia, sehingga insya Allah akan kami tindak lanjuti,” katanya.

Dengan berbagai inisiatif ini, BAZNAS berharap dapat berperan aktif dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing tinggi di masa depan.

 

Kontributor: Amalia

Editor: ayu

31/01/2025 | Kontributor: Muh. Saifullah N
zakat penghasilan

Zakat penghasilan atau yang dikenal juga sebagai zakat profesi; zakat pendapatan adalah bagian dari zakat mal yang wajib dikeluarkan atas harta yang berasal dari pendapatan / penghasilan rutin dari pekerjaan yang tidak melanggar syariah. Nishab zakat penghasilan sebesar 85 gram emas per tahun. Kadar zakat penghasilan senilai 2,5%.

Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjelaskan, penghasilan yang dimaksud ialah setiap pendapatan seperti gaji, honorarium, upah, jasa, dan lain-lainnya yang diperoleh dengan cara halal, baik rutin seperti pejabat negara, pegawai, karyawan, maupun tidak rutin seperti dokter, pengacara, konsultan, dan sejenisnya, serta pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan bebas lainnya.

Nishab dan Kadar Zakat Penghasilan

Zakat penghasilan dikeluarkan dari harta yang dimiliki pada saat pendapatan/ penghasilan diterima oleh seseorang yang sudah dikatakan wajib zakat. Lalu siapa orang yang wajib menunaikan zakat penghasilan?

Seseorang dikatakan sudah wajib menunaikan zakat penghasilan apabila ia penghasilannya telah mencapai nishab zakat pendapatan sebesar 85 gram emas per tahun. Hal ini juga dikuatkan dalam SK Ketua BAZNAS Nomor 13 Tahun 2025 Tentang Nilai Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa Tahun 2025, bahwa;

Nishab zakat pendapatan / penghasilan pada tahun 2025 adalah senilai 85 gram emas atau setara dengan Rp85.685.972,- (delapan puluh lima juta enam ratus delapan puluh lima ribu sembilan ratus tujuh puluh dua rupiah)/tahun atau Rp7.140.498,00 (tujuh juta seratus empat puluh ribu empat ratus sembilan puluh delapan rupiah)/bulan.

Dalam praktiknya, zakat penghasilan dapat ditunaikan setiap bulan dengan nilai nishab perbulannya adalah setara dengan nilai seperduabelas dari 85 gram emas (seperti nilai yang tertera di atas) dengan kadar 2,5%. Jadi apabila penghasilan setiap bulan telah melebihi nilai nishab bulanan, maka wajib dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5% dari penghasilannya tersebut

Ada banyak jenis profesi dengan pembayaran rutin maupun tidak, dengan penghasilan sama dan tidak dalam setiap bulannya. Jika penghasilan dalam 1 bulan tidak mencapai nishab, maka hasil pendapatan selama 1 tahun dikumpulkan atau dihitung, kemudian zakat ditunaikan jika penghasilan bersihnya sudah cukup nishab.

Nishab Zakat Penghasilan 85 gram emas
Kadar Zakat Penghasilan 2,5%
Haul 1 tahun

 

Cara menghitung Zakat Penghasilan:

2,5% x Jumlah penghasilan dalam 1 bulan

Contoh:

Jika harga emas pada hari ini sebesar Rp938.099/gram, maka nishab zakat penghasilan dalam satu tahun adalah Rp79.292.978,-. Penghasilan Bapak Fulan sebesar Rp10.000.000/ bulan, atau Rp120.000.000,- dalam satu tahun. Artinya penghasilan Bapak Fulan sudah wajib zakat. Maka zakat Bapak Fulan adalah Rp250.000,-/ bulan.

Tunaikan zakat penghasilan Anda melalui BAZNAS dengan cara transfer via rekening:
BANK BSI 1231212128 An. Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Luwu atau

dengan cara klik link https://kabluwu.baznas.go.id/bayarzakat

Layanan BAZNAS
wa.me/6281247130533

30/01/2025 | Kontributor: Humas BAZNAS Luwu
45 Truk Kontainer Bantuan BAZNAS untuk Warga Palestina Masuki Gaza

Sebanyak 45 truk kontainer bantuan kemanusiaan dari masyarakat Indonesia yang disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI untuk rakyat Palestina berhasil memasuki wilayah Gaza, Selasa (28/1/2025). 

Truk kontainer bantuan kemanusiaan ini dikirim melalui Rafah bekerja sama dengan lembaga kemanusiaan Mesir, Bait Zakat Wa As-Shadaqat dan Sunnah Al Hayyah. 

Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan bahwa pengiriman bantuan ini merupakan wujud solidaritas dan kepedulian umat Islam Indonesia terhadap saudara-saudara di Palestina yang tengah menghadapi situasi darurat. 

“Alhamdulillah, atas doa dan dukungan masyarakat Indonesia, 45 truk kontainer bantuan kemanusiaan dari BAZNAS telah berhasil masuk ke Gaza. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (29/1/2025). 

Bantuan yang dikirimkan melalui pintu Rafah tersebut membawa lebih dari 50.000 karton paket berisi berbagai berbagai kebutuhan pokok, seperti mi, beras, kacang, keju, tuna kaleng, biskuit, jus kotak, tepung, saus, dan kurma. Pascagencatan senjata kebutuhan pangan, obat-obatan, dan perlengkapan darurat masih sangat tinggi. 

Menurut Noor, bantuan sebanyak 45 truk kontainer merupakan langkah awal, karena akan disusul ratusan truk berikutnya melalui mitra BAZNAS di Mesir.

"Target kami sebelum dan di Bulan Ramadhan semua bantuan sudah bisa masuk semua. Bahkan jika memungkinkan BAZNAS akan bikin dapur umum dan layanan kesehatan di Gaza," ucapnya. 

Noor Achmad menegaskan bahwa bantuan ini merupakan hasil dari kepercayaan para muzaki kepada BAZNAS sebagai lembaga zakat resmi yang amanah dalam menyalurkan donasi. 

“Setiap paket bantuan ini adalah bukti nyata dari kebaikan dan kepedulian rakyat Indonesia. Kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita di Gaza tidak merasa sendirian dalam menghadapi cobaan ini,” tambahnya.

Selain itu, BAZNAS RI tidak hanya menyalurkan bantuan berupa makanan saja, tetapi juga berencana membangun kembali berbagai fasilitas umum yang sebelumnya hancur akibat perang, seperti rumah sakit, sekolah, dan lainnya.

“Baru-baru ini BAZNAS RI sudah menandatangani MoU dengan UNRWA, JHCO, dan KHCF. Kami berharap dengan memperluas jaringan kerja sama ini akan mempermudah penyaluran bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina,” ucap Kiai Noor.

Hingga saat ini, BAZNAS RI telah berhasil menyalurkan bantuan kemanusiaan sebesar Rp120 miliar untuk masyarakat Palestina, dengan jumlah penerima manfaat mencapai 407.350 warga Palestina dan masih terus bertambah.

Sementara itu, Ketua Satgas Program Membasuh Luka Palestina, H. Mo Mahdum menekankan bahwa BAZNAS akan terus berupaya mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk Palestina, dengan menggandeng berbagai mitra strategis untuk memastikan distribusi yang tepat sasaran. 

"BAZNAS berkomitmen untuk terus menggalang bantuan kemanusiaan agar dapat menjangkau mereka yang paling membutuhkan. Ini bukan hanya sekadar bantuan materi, tetapi juga pesan bahwa Indonesia selalu bersama Palestina," lanjut Mahdum. 

Sebagai lembaga zakat yang memiliki misi kemanusiaan, BAZNAS RI juga mengajak masyarakat Indonesia untuk terus berkontribusi dalam program membasuh luka Palestina. 

“Kami mengundang seluruh masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Setiap donasi yang diberikan akan menjadi cahaya harapan bagi saudara-saudara kita di Gaza,” pungkas Mahdum. 

Dengan masuknya bantuan ini ke Gaza, BAZNAS RI berharap dapat meringankan beban warga Palestina dan terus memperkuat solidaritas kemanusiaan antara Indonesia dan Palestina.

 

Editor : Muh. Saifullah N

30/01/2025 | Kontributor: Humas BAZNAS RI
Sunatan Massal dalam Rangka Hari Ulang Tahun BAZNAS Ke-24

Belopa, 25 Januari 2025- Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), dilakukan sunatan massal yang diikuti oleh puluhan anak di YAYASAN QARI SULAWESI LUWU

Kegiatan sunatan massal ini merupakan bagian dari program BAZNAS dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan dan pendidikan.

"Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan sunatan massal ini," kata Zainal Abidin selaku Wakil Ketua II BAZNAS Luwu. "Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan dan pendidikan."

Dalam kegiatan ini, BAZNAS juga menyerahkan bantuan kepada anak-anak yang mengikuti sunatan massal, berupa Santunan Pendidikan.

Ketua Yayasan Qari Sulawesi Luwu mengucapkan banyak terima kasih atas kerja sama dalam kegiatan sunnatan massal, semoga kedepannya BAZNAS Luwu banyak membantu Masyarakat terutama bagi yang ekonomi lemah, serta mengajak kepada para dermawan untuk menyalurkan Zakat infak dan sedekahnya di BAZNAS Luwu agar donasi makin tera rah lagi.

Kegiatan sunatan massal ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan dan kesadaran akan pentingnya kesehatan dan Pendidikan, serta menyalurkan Zakat Infak dan sedekah di BAZNAS Luwu.

25/01/2025 | Kontributor: Muh. Saifullah N

Berita Terbaru

BAZNAS Luwu Salurkan 1.125 Pcs Daging Dam Haji dari BAZNAS RI ke Pesantren, Panti Asuhan, dan Mustahik
BAZNAS Luwu Salurkan 1.125 Pcs Daging Dam Haji dari BAZNAS RI ke Pesantren, Panti Asuhan, dan Mustahik
Luwu, Sulawesi Selatan — BAZNAS Kabupaten Luwu dipercaya untuk menyalurkan daging dam haji yang berasal dari BAZNAS RI kepada sejumlah pesantren, panti asuhan, serta para mustahik yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Luwu. Sebanyak 1.125 pcs daging dam haji disalurkan kepada lembaga-lembaga keagamaan, sosial, dan masyarakat penerima manfaat sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama serta wujud nyata penyaluran manfaat ibadah haji kepada mereka yang membutuhkan. Penyerahan dilakukan langsung oleh pimpinan dan staf BAZNAS Kabupaten Luwu, yang turun ke lapangan untuk memastikan pendistribusian berjalan dengan baik, tertib, dan tepat sasaran. Ketua BAZNAS Kabupaten Luwu menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan oleh BAZNAS RI. “Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS RI atas amanah yang telah dipercayakan kepada kami. Semoga daging dam ini membawa keberkahan bagi para santri, anak-anak asuh, dan para mustahik di Kabupaten Luwu,” ujarnya. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Luwu berharap penyaluran daging dam haji dapat mempererat silaturahmi antarlembaga, menumbuhkan semangat berbagi, serta memperluas jangkauan manfaat program sosial keagamaan di wilayah Kabupaten Luwu.
BERITA17/10/2025 | Baznas Luwu
Sambut Indonesia Emas 2045, Beasiswa Santri Sangat Dibutuhkan
Sambut Indonesia Emas 2045, Beasiswa Santri Sangat Dibutuhkan
Pemberian beasiswa bagi santri sangat dibutuhkan guna melanjutkan tingkat pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Hal ini diharapkan mampu menciptakan generasi unggul menyambut era Indonesia Emas 2045. Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyatakan, pada tahun 2024, BAZNAS telah menyalurkan beasiswa kepada 10.000 santri BAZNAS yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Hal ini dikatakannya dalam Seminar Nasional dan Pelepasan Duta ASFA bertema Strategi Penguatan Pesantren dan Lembaga Pendidikan Islam dalam Rangka Menyongsong Puncak Bonus Demografi Menuju Indonesia Emas 2045 di Gedung DPR RI, Jakarta baru-baru ini. “Kalau 41 ribu pesantren di Indonesia ini ada kadernya satu per satu saja, maka pesantren kita di Indonesia akan lebih maju lagi,” kata dia. Ia mengatakan, konsep penguatan beasiswa berbasis pesantren yang nantinya kembali kepada pesantren, seperti yang dilakukan ASFA Foundation. Dapat membawa dampak besar bagi kemajuan generasi Indonesia Emas 2045. Kiai Noor juga menyoroti skema beasiswa yang diterapkan ASFA Foundation, dengan pembagian 47 persen untuk Dirosah Islamiyah, 40 persen untuk STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), dan 13 persen untuk bidang sosial dan humaniora. “Artinya bahwa pondok pesantren kalau menggunakan pola ASFA Foundation ini akan menjadi pondok pesantren yang modern dan bisa berkompetisi di Indonesia Emas tahun 2045. Jadi nanti BAZNAS dan lembaga amil zakat yang lain bisa memberikan beasiswa seperti yang dilakukan ASFA,” ucap Kiai Noor. Saat ini, BAZNAS telah memberikan beasiswa kepada lebih dari 1.000 mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Mesir dan Timur Tengah. Mereka diharapkan dapat kembali ke tanah air dan berkontribusi dalam mencetak generasi unggul. Dalam waktu dekat, Kiai Noor mengungkapkan BAZNAS RI akan mengadakan pertemuan dengan LAZ (Lembaga Amil Zakat) di Indonesia guna membahas strategi pemberian beasiswa bagi santri. Pertemuan ini juga akan mencakup usulan Rektor IPB untuk menyediakan beasiswa khusus bagi mahasiswa Palestina. “Ada usulan juga terkait pemberian beasiswa bagi mereka yang memperdalam Ilmu Al-Qur’an dan Ilmu Hadits. Saya kira ini juga penting sekali dan dibutuhkan di Indonesia, sehingga insya Allah akan kami tindak lanjuti,” katanya. Dengan berbagai inisiatif ini, BAZNAS berharap dapat berperan aktif dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing tinggi di masa depan. Kontributor: Amalia Editor: ayu
BERITA31/01/2025 | Muh. Saifullah N
zakat penghasilan
zakat penghasilan
Zakat penghasilan atau yang dikenal juga sebagai zakat profesi; zakat pendapatan adalah bagian dari zakat mal yang wajib dikeluarkan atas harta yang berasal dari pendapatan / penghasilan rutin dari pekerjaan yang tidak melanggar syariah. Nishab zakat penghasilan sebesar 85 gram emas per tahun. Kadar zakat penghasilan senilai 2,5%. Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjelaskan, penghasilan yang dimaksud ialah setiap pendapatan seperti gaji, honorarium, upah, jasa, dan lain-lainnya yang diperoleh dengan cara halal, baik rutin seperti pejabat negara, pegawai, karyawan, maupun tidak rutin seperti dokter, pengacara, konsultan, dan sejenisnya, serta pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan bebas lainnya. Nishab dan Kadar Zakat Penghasilan Zakat penghasilan dikeluarkan dari harta yang dimiliki pada saat pendapatan/ penghasilan diterima oleh seseorang yang sudah dikatakan wajib zakat. Lalu siapa orang yang wajib menunaikan zakat penghasilan? Seseorang dikatakan sudah wajib menunaikan zakat penghasilan apabila ia penghasilannya telah mencapai nishab zakat pendapatan sebesar 85 gram emas per tahun. Hal ini juga dikuatkan dalam SK Ketua BAZNAS Nomor 13 Tahun 2025 Tentang Nilai Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa Tahun 2025, bahwa; Nishab zakat pendapatan / penghasilan pada tahun 2025 adalah senilai 85 gram emas atau setara dengan Rp85.685.972,- (delapan puluh lima juta enam ratus delapan puluh lima ribu sembilan ratus tujuh puluh dua rupiah)/tahun atau Rp7.140.498,00 (tujuh juta seratus empat puluh ribu empat ratus sembilan puluh delapan rupiah)/bulan. Dalam praktiknya, zakat penghasilan dapat ditunaikan setiap bulan dengan nilai nishab perbulannya adalah setara dengan nilai seperduabelas dari 85 gram emas (seperti nilai yang tertera di atas) dengan kadar 2,5%. Jadi apabila penghasilan setiap bulan telah melebihi nilai nishab bulanan, maka wajib dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5% dari penghasilannya tersebut Ada banyak jenis profesi dengan pembayaran rutin maupun tidak, dengan penghasilan sama dan tidak dalam setiap bulannya. Jika penghasilan dalam 1 bulan tidak mencapai nishab, maka hasil pendapatan selama 1 tahun dikumpulkan atau dihitung, kemudian zakat ditunaikan jika penghasilan bersihnya sudah cukup nishab. Nishab Zakat Penghasilan 85 gram emas Kadar Zakat Penghasilan 2,5% Haul 1 tahun Cara menghitung Zakat Penghasilan: 2,5% x Jumlah penghasilan dalam 1 bulan Contoh: Jika harga emas pada hari ini sebesar Rp938.099/gram, maka nishab zakat penghasilan dalam satu tahun adalah Rp79.292.978,-. Penghasilan Bapak Fulan sebesar Rp10.000.000/ bulan, atau Rp120.000.000,- dalam satu tahun. Artinya penghasilan Bapak Fulan sudah wajib zakat. Maka zakat Bapak Fulan adalah Rp250.000,-/ bulan. Tunaikan zakat penghasilan Anda melalui BAZNAS dengan cara transfer via rekening:BANK BSI 1231212128 An. Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Luwu atau dengan cara klik link https://kabluwu.baznas.go.id/bayarzakat Layanan BAZNASwa.me/6281247130533
BERITA30/01/2025 | Humas BAZNAS Luwu
45 Truk Kontainer Bantuan BAZNAS untuk Warga Palestina Masuki Gaza
45 Truk Kontainer Bantuan BAZNAS untuk Warga Palestina Masuki Gaza
Sebanyak 45 truk kontainer bantuan kemanusiaan dari masyarakat Indonesia yang disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI untuk rakyat Palestina berhasil memasuki wilayah Gaza, Selasa (28/1/2025). Truk kontainer bantuan kemanusiaan ini dikirim melalui Rafah bekerja sama dengan lembaga kemanusiaan Mesir, Bait Zakat Wa As-Shadaqat dan Sunnah Al Hayyah. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan bahwa pengiriman bantuan ini merupakan wujud solidaritas dan kepedulian umat Islam Indonesia terhadap saudara-saudara di Palestina yang tengah menghadapi situasi darurat. “Alhamdulillah, atas doa dan dukungan masyarakat Indonesia, 45 truk kontainer bantuan kemanusiaan dari BAZNAS telah berhasil masuk ke Gaza. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (29/1/2025). Bantuan yang dikirimkan melalui pintu Rafah tersebut membawa lebih dari 50.000 karton paket berisi berbagai berbagai kebutuhan pokok, seperti mi, beras, kacang, keju, tuna kaleng, biskuit, jus kotak, tepung, saus, dan kurma. Pascagencatan senjata kebutuhan pangan, obat-obatan, dan perlengkapan darurat masih sangat tinggi. Menurut Noor, bantuan sebanyak 45 truk kontainer merupakan langkah awal, karena akan disusul ratusan truk berikutnya melalui mitra BAZNAS di Mesir. "Target kami sebelum dan di Bulan Ramadhan semua bantuan sudah bisa masuk semua. Bahkan jika memungkinkan BAZNAS akan bikin dapur umum dan layanan kesehatan di Gaza," ucapnya. Noor Achmad menegaskan bahwa bantuan ini merupakan hasil dari kepercayaan para muzaki kepada BAZNAS sebagai lembaga zakat resmi yang amanah dalam menyalurkan donasi. “Setiap paket bantuan ini adalah bukti nyata dari kebaikan dan kepedulian rakyat Indonesia. Kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita di Gaza tidak merasa sendirian dalam menghadapi cobaan ini,” tambahnya. Selain itu, BAZNAS RI tidak hanya menyalurkan bantuan berupa makanan saja, tetapi juga berencana membangun kembali berbagai fasilitas umum yang sebelumnya hancur akibat perang, seperti rumah sakit, sekolah, dan lainnya. “Baru-baru ini BAZNAS RI sudah menandatangani MoU dengan UNRWA, JHCO, dan KHCF. Kami berharap dengan memperluas jaringan kerja sama ini akan mempermudah penyaluran bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina,” ucap Kiai Noor. Hingga saat ini, BAZNAS RI telah berhasil menyalurkan bantuan kemanusiaan sebesar Rp120 miliar untuk masyarakat Palestina, dengan jumlah penerima manfaat mencapai 407.350 warga Palestina dan masih terus bertambah. Sementara itu, Ketua Satgas Program Membasuh Luka Palestina, H. Mo Mahdum menekankan bahwa BAZNAS akan terus berupaya mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk Palestina, dengan menggandeng berbagai mitra strategis untuk memastikan distribusi yang tepat sasaran. "BAZNAS berkomitmen untuk terus menggalang bantuan kemanusiaan agar dapat menjangkau mereka yang paling membutuhkan. Ini bukan hanya sekadar bantuan materi, tetapi juga pesan bahwa Indonesia selalu bersama Palestina," lanjut Mahdum. Sebagai lembaga zakat yang memiliki misi kemanusiaan, BAZNAS RI juga mengajak masyarakat Indonesia untuk terus berkontribusi dalam program membasuh luka Palestina. “Kami mengundang seluruh masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS. Setiap donasi yang diberikan akan menjadi cahaya harapan bagi saudara-saudara kita di Gaza,” pungkas Mahdum. Dengan masuknya bantuan ini ke Gaza, BAZNAS RI berharap dapat meringankan beban warga Palestina dan terus memperkuat solidaritas kemanusiaan antara Indonesia dan Palestina. Editor : Muh. Saifullah N
BERITA30/01/2025 | Humas BAZNAS RI
Sunatan Massal dalam Rangka Hari Ulang Tahun BAZNAS Ke-24
Sunatan Massal dalam Rangka Hari Ulang Tahun BAZNAS Ke-24
Belopa, 25 Januari 2025- Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), dilakukan sunatan massal yang diikuti oleh puluhan anak di YAYASAN QARI SULAWESI LUWU Kegiatan sunatan massal ini merupakan bagian dari program BAZNAS dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan dan pendidikan. "Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan sunatan massal ini," kata Zainal Abidin selaku Wakil Ketua II BAZNAS Luwu. "Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan dan pendidikan." Dalam kegiatan ini, BAZNAS juga menyerahkan bantuan kepada anak-anak yang mengikuti sunatan massal, berupa Santunan Pendidikan. Ketua Yayasan Qari Sulawesi Luwu mengucapkan banyak terima kasih atas kerja sama dalam kegiatan sunnatan massal, semoga kedepannya BAZNAS Luwu banyak membantu Masyarakat terutama bagi yang ekonomi lemah, serta mengajak kepada para dermawan untuk menyalurkan Zakat infak dan sedekahnya di BAZNAS Luwu agar donasi makin tera rah lagi. Kegiatan sunatan massal ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan dan kesadaran akan pentingnya kesehatan dan Pendidikan, serta menyalurkan Zakat Infak dan sedekah di BAZNAS Luwu.
BERITA25/01/2025 | Muh. Saifullah N
BAZNAS RI Siapkan 41 Truk Kontainer Bantuan Kebutuhan Pokok untuk Warga Palestina
BAZNAS RI Siapkan 41 Truk Kontainer Bantuan Kebutuhan Pokok untuk Warga Palestina
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bekerja sama dengan lembaga kemanusiaan Mesir, Bait Zakat Wa As-Shadaqat dan Sunnah Al Hayyah menyiapkan 41 truk kontainer dengan total 45.000 karton paket bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina. BAZNAS RI menyiapkan berbagai kebutuhan pokok, antara lain mi, beras, kacang, keju, tuna kaleng, biskuit, jus kotak, tepung, saus, dan kurma. Melalui Bait Zakat Wa As-Shadaqat, BAZNAS menyiapkan sebanyak 30 truk kontainer bantuan, sementara melalui Sunnah Al Hayyah, BAZNAS menyiapkan 11 truk kontainer bantuan sehingga total bantuan yang disiapkan sebanyak 41 truk kontainer. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyambut baik gencatan senjata antara pejuang Palestina dan Israel, sehingga BAZNAS bergerak cepat untuk menyiapkan pengiriman bantuan berupa kebutuhan pokok bagi masyarakat Palestina di Gaza. “Alhamdulillah kita sedang menyiapkan paket bantuan untuk rakyat Palestina. Kita menyadari bahwa ujian yang mereka hadapi sangatlah berat, namun kita juga meyakini bahwa dengan kebersamaan, doa, dan ikhtiar, kita dapat meringankan penderitaan mereka,” ujar Kiai Noor di Jakarta, Senin (20/1/2025). Kiai Noor menyampaikan, BAZNAS RI tidak hanya menyalurkan bantuan berupa makanan saja, tetapi juga berencana membangun kembali berbagai fasilitas umum yang sebelumnya hancur akibat perang, seperti rumah sakit, sekolah, dan lainnya. “Baru-baru ini BAZNAS RI sudah menandatangani MoU dengan UNRWA, JHCO, dan KHCF. Kami berharap dengan memperluas jaringan kerja sama ini akan mempermudah penyaluran bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina,” ucap Kiai Noor. Hingga saat ini, ungkap Kiai Noor, BAZNAS RI telah berhasil menyalurkan bantuan kemanusiaan sebesar Rp120 miliar untuk masyarakat Palestina, dengan jumlah penerima manfaat mencapai 407.350 warga Palestina dan masih terus bertambah. Kiai Noor berharap, bantuan tersebut dapat memberikan manfaat yang besar serta menjadi bentuk nyata dari dukungan, solidaritas, dan kepedulian bangsa Indonesia terhadap rakyat Palestina. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Indonesia atas kepercayaan dan kepedulian yang telah diberikan. Semoga Allah Swt membalas kebaikan ini dengan keberkahan yang berlipat ganda, serta menjadikan amal ini sebagai penolong kita di dunia dan akhirat,” katanya. Sementara itu, Wakil Ketua BAZNAS RI yang juga sebagai Ketua Satgas Palestina H. Mokhamad Mahdum, MIDEC, AK, CA, CPA, CWM, CGRCOP, GRCE, CHRP, menegaskan bahwa penyaluran bantuan tersebut telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar RI di Mesir. “BAZNAS RI juga masih tetap membuka Infak Kemanusiaan bagi masyarakat Indonesia yang ingin menyalurkan keprihatinannya kepada Palestina, apa lagi saat ini juga kita akan segera memasuki bulan Ramadhan,” ucap Mo Mahdum.
BERITA20/01/2025 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS RI Bersama MUI DKI Jakarta Ajak Masyarakat Tingkatkan Literasi Zakat
BAZNAS RI Bersama MUI DKI Jakarta Ajak Masyarakat Tingkatkan Literasi Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta menyelenggarakan Seminar Internasional berjudul "Etika Berbeda Pendapat dalam Masalah Ilmu Agama" sebagai upaya strategis untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya zakat dan meningkatkan literasi zakat di Indonesia. Acara ini, yang juga merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT BAZNAS ke-24, dihadiri oleh berbagai tokoh seperti Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional H. Achmad Sudrajat, Lc., MA, Ketua MUI Jakarta KH. Muhammad Faiz, ulama terkenal di bidang Hadis dan Ushul Fiqh Syaikh Prof. Dr. Muhyiddin Awwamah Al-Husaini, Plt. Kepala Biro Pendidikan dan Mental Spiritual Setda Provinsi DKI Jakarta H. Aceng Zaini, M.Si, serta peserta seminar internasional, di Jakarta, Kamis (16/1/2025). Dalam sambutannya, H. Achmad Sudrajat, Lc., MA, mengungkapkan apresiasinya terhadap inisiatif MUI DKI Jakarta sebagai mitra strategis dalam seminar ini. “Kami sangat senang ketika MUI DKI hadir dan menyampaikan inisiatif untuk mengadakan acara di BAZNAS RI. Kami menyambut dengan sangat terbuka dan bahagia. Menurut kami, ini merupakan langkah positif dalam membangun kerja sama, khususnya dalam memperkuat literasi zakat di masyarakat,” ujar Achmad. Achmad juga menekankan bahwa kegiatan ini mencerminkan komitmen bersama BAZNAS RI dan MUI DKI Jakarta untuk mempromosikan nilai-nilai etika, meningkatkan literasi zakat, dan mendorong pengembangan ilmu Islam di Indonesia. Ia memaparkan rencana strategis BAZNAS untuk meningkatkan literasi zakat melalui program “Dai Zakat,” yang bertujuan untuk mendidik masyarakat tentang pentingnya zakat dan memberdayakan mereka melalui pengelolaan zakat yang transparan dan profesional. “Program ini diharapkan dapat mengedukasi masyarakat dari berbagai lapisan dan memperluas kesadaran zakat secara nasional,” ucapnya. Achmad juga mengungkapkan pencapaian terbaru BAZNAS RI, menyatakan bahwa pada tahun ini BAZNAS RI berhasil menghimpun Rp1,14 triliun, dan secara nasional penghimpunan zakat dari seluruh BAZNAS dan LAZ di Indonesia mencapai Rp41 triliun. Namun, angka ini masih jauh dari potensi zakat nasional sebesar Rp300 triliun. Untuk menghadapi tantangan ini, BAZNAS RI mendirikan BAZNAS Institut dan mempersiapkan 45 fundraiser dari seluruh Indonesia untuk mengoptimalkan penghimpunan zakat. Achmad juga menyoroti bahwa pengumpulan zakat di DKI Jakarta masih jauh dari potensi yang diperkirakan sebesar Rp30 triliun. "Kami berharap MUI DKI Jakarta bisa menjadi mitra strategis BAZNAS BAZIS DKI Jakarta untuk memperluas dampak positif program zakat, serta literasi keagamaan," ujarnya. Achmad mengharapkan seminar ini dapat menjadi tonggak penting dalam menciptakan harmoni pemikiran keagamaan dan memperkuat pengelolaan zakat sebagai solusi bagi berbagai masalah sosial di Indonesia. “Mari kita bersama-sama mendorong literasi zakat dan membangun umat yang lebih berdaya,” tutup Achmad. Ketua MUI Jakarta, KH. Muhammad Faiz, dalam sambutannya, memberikan apresiasi atas kolaborasi ini dan mengucapkan selamat ulang tahun ke-24 untuk BAZNAS RI, yang menurutnya telah memberikan kontribusi besar dalam pengelolaan zakat di Indonesia. “MUI akan terus mendukung BAZNAS dalam memperkuat peran zakat dan kaderisasi ulama,” ungkapnya. KH. Muhammad Faiz juga mengumumkan rencana MUI Jakarta untuk membuka program pendidikan jangka pendek dalam enam bulan ke depan, dengan fokus pada ilmu hadis, ushul fiqih, dan tasawuf untuk meningkatkan pemahaman keilmuan Islam. “Kami ingin memperkuat sanad keilmuan ulama agar mereka memiliki kapabilitas yang diakui," ujarnya. Menurutnya, kerja sama dengan BAZNAS RI akan memperkuat kualitas pendidikan keislaman dan memberikan manfaat nyata bagi umat. “Semoga melalui seminar ini, kita dapat menguatkan peran ulama dan pengelolaan zakat untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ucapnya. Kontributor : Nikita Editor : PU3 & Muh Saifullah N
BERITA19/01/2025 | Humas BAZNAS RI
HUT ke-24 BAZNAS, Cahaya Zakat: Keajaiban Muzaki dan Mustahik
HUT ke-24 BAZNAS, Cahaya Zakat: Keajaiban Muzaki dan Mustahik
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 dengan tema “Cahaya Zakat: Keajaiban Muzaki dan Mustahik”. Tema ini diusung sebagai wujud syukur atas peran besar zakat dalam membawa manfaat dan keajaiban bagi para muzaki (pemberi zakat) dan mustahik (penerima zakat). Hal ini mengemuka dalam Khataman Qur`an HUT ke-24 BAZNAS RI yang dihadiri oleh Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Wakil Ketua BAZNAS RI, jajaran Pimpinan BAZNAS RI, serta Pimpinan dan amil BAZNAS Provinsi dan Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia yang hadir secara daring. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, Kabupaten/Kota juga berhasil mengkhatamkan Al-Qur'an sebanyak 24 kali yang diikuti oleh seluruh Pimpinan dan amilin BAZNAS se-Indonesia, sebagai salah satu bentuk syukur atas pencapaian selama 24 tahun terakhir. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema “Cahaya Zakat: Keajaiban Muzaki dan Mustahik” bertujuan agar masyarakat merasakan dan menyadari cahaya zakat yang menyinari kehidupan umat. “Zakat adalah cahaya yang menyinari kehidupan umat. Cahaya ini melebihi dari cahaya yang ada di dunia, karena cahaya zakat adalah cahaya di mana ada nur Allah subhanahu wa ta'ala. Bagi muzaki, zakat adalah sarana mendekatkan diri kepada Allah dan membersihkan harta. Sementara bagi mustahik, zakat adalah harapan yang mengubah kehidupan menuju kesejahteraan,” ujar Kiai Noor. Kiai Noor menegaskan, keberhasilan BAZNAS dalam mengelola zakat selama ini tidak terlepas dari dukungan masyarakat yang terus mempercayai BAZNAS sebagai lembaga zakat resmi negara. “Kepercayaan muzaki adalah modal utama kami. Dengan dukungan masyarakat, BAZNAS dapat terus menyalurkan cahaya zakat kepada mereka yang membutuhkan, sehingga tercipta keajaiban yang nyata dalam kehidupan mustahik,” katanya. Kiai Noor menjelaskan, melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011, negara telah hadir dalam pengelolaan zakat. Kehadiran negara ini kemudian diserahkan kepada BAZNAS dalam konteks pengelolaan zakat, mulai dari perencanaan, pengumpulan, pendistribusian, pemberdayaan, pengendalian, dan pelaporan. "Kita saat sekarang ini memasuki tahun yang ke-24, dan kita tahu bahwa perjalanan BAZNAS ini cukup panjang, sudah melewati proses-proses yang luar biasa. Terakhir, kita berjalan dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011, dan undang-undang ini menjadi undang-undang pokok dari kegiatan kita karena BAZNAS adalah pengelola zakat secara nasional. Dalam undang-undang tersebut, BAZNAS diberi kepercayaan oleh bangsa Indonesia untuk melakukan pengelolaan zakat secara nasional," jelasnya. Kiai Noor menegaskan, BAZNAS tidak akan bergeser dari ketentuan undang-undang yang berlaku dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga pengelola zakat. "BAZNAS ini sudah dibentuk sesuai undang-undang, dan kita diamanahkan untuk memelihara bentuk BAZNAS ini. Jangan pernah bergeser dari undang-undang, kecuali nanti ada perubahan sesuai dengan undang-undang, sehingga yang kita lakukan saat sekarang ini adalah prinsip-prinsip sesuai undang-undang. Kita tidak pernah bergeser," tegasnya. "Tanggung jawab kita besar. Kita memasuki angka yang ke-24, dan insya Allah BAZNAS Republik Indonesia, BAZNAS Pusat komitmen betul. BAZNAS Pusat melakukan upaya dengan sungguh-sungguh untuk memperkuat kelembagaan BAZNAS ini sebagai lembaga yang dipercaya dalam undang-undang untuk melakukan pengelolaan zakat, dan kita tidak akan menyia-nyiakan amanat ini," tutur Kiai Noor. Kiai Noor juga mengungkapkan rasa terima kasih dan penghargaannya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam perjalanan panjang BAZNAS selama 24 tahun. "Kita harus optimis, BAZNAS mempunyai dua kekuatan yang ada di Indonesia, yaitu BAZNAS seluruh Indonesia, bahkan kemudian ada kekuatan lain, yaitu yang dibentuk oleh masyarakat berupa lembaga-lembaga amil zakat seluruh Indonesia," ucapnya. "Penghargaan-penghargaan yang begitu luar biasa kepada BAZNAS yang lebih dari 60 penghargaan, baik itu nasional maupun internasional, merupakan pengakuan masyarakat terhadap BAZNAS," tambahnya. Acara tersebut turut dihadiri oleh Pimpinan BAZNAS RI (Ex-Officio) yang juga sebagai Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, Lc., MA., Ketua BAZNAS Periode 2015-2020 Prof. Dr. H. Bambang Sudibyo, MBA., CA., pengurus BAZNAS periode 2008-2015 di antaranya Laksamana TNI (Purn) H. Husein Ibrahim, MBA., Prof. Dr. H. Ahmad Satori Ismail, Dr. Aries Muftie, SE., SH., MH., jajaran PIA BAZNAS, serta pengurus maupun anggota BAZNAS RI periode sebelumnya.
BERITA17/01/2025 | Humas BAZNAS RI
Public Expose Membasuh Luka Palestina: BAZNAS RI Perluas Jaringan Penyaluran Bantuan
Public Expose Membasuh Luka Palestina: BAZNAS RI Perluas Jaringan Penyaluran Bantuan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus berupaya menyalurkan bantuan kemanusiaan dari masyarakat Indonesia untuk warga Palestina di Jalur Gaza, dengan memperluas jarian penyaluran bantuan sebagai wujud kepedulian terhadap situasi yang terjadi di wilayah tersebut dalam setahun terakhir. Hingga Selasa, 14 Januari 2025, BAZNAS RI telah berhasil menyalurkan bantuan kemanusiaan sebesar Rp120 miliar untuk masyarakat Palestina, dengan jumlah penerima manfaat mencapai 407.350 warga Palestina dan masih terus bertambah. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., dalam acara Public Expose BAZNAS bertajuk “Membasuh Luka Palestina” yang diselenggarakan di Jakarta pada Rabu (15/1/2025). Turut hadir Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani, Ketua Komisi 8 DPR RI, H. Marwan Dasopang, M.Si, Duta Besar Republik Indonesia untuk Yordania dan Palestina, Ade Padmo Sarwono, serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, Dr. Lutfi Rauf, M.A. “Angka ini tidak hanya mencerminkan besarnya perhatian masyarakat Indonesia terhadap isu kemanusiaan di Palestina, tetapi juga menjadi bukti bahwa solidaritas dan kepedulian kita lintas batas tetap hidup dan kuat,” ujar Kiai Noor. Dalam acara tersebut, BAZNAS RI juga memperluas jaringan penyaluran bantuan kemanusiaan untuk Palestina dengan melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) secara virtual dengan lembaga resmi terpercaya yakni UNRWA (Badan PBB untuk Pengungsi Palestina), JHCO (Jordan Hashemite Charity Organization), dan KHCF (King Hussein Cancer Foundation). “BAZNAS berkomitmen untuk menjadi jembatan amanah antara masyarakat Indonesia dan saudara-saudara kita di Palestina. Melalui sinergi dengan mitra internasional, penyesuaian strategi, dan pemanfaatan teknologi, kami terus berupaya agar bantuan dapat sampai kepada mereka yang membutuhkan secara tepat waktu dan tepat sasaran,” ungkap Kiai Noor. Kiai Noor mengungkapkan, dalam menyalurkan amanah donasi kepada masyarakat di Palestina, BAZNAS menyalurkan melalui beberapa jalur-jalur distribusi yang aman, cepat, dan tepat sasaran setidaknya melalui 3 metode di antaranya penyaluran langsung, penyaluran melalui mitra non-Palestina, dan penyaluran melalui mitra lokal Gaza. “Adapun jalur penyaluran yang kami gunakan meliputi beberapa tahapan. Tahap Pertama diluncurkan Presiden RI melalui Pesawat Hercules TNI AU. Tahap Kedua diluncurkan Presiden RI melalui Pesawat PT Paragon. Tahap Ketiga, diluncurkan oleh Menteri Pertahanan melalui kapal KRI TNI AL. Dan, Tahap keempat diluncurkan Cargo BNPB,” ucap Kiai Noor. Kiai Noor menambahkan, BAZNAS juga menyalurkan bersama mitra mitra luar non Palestina, salah satunya ialah Mesir di bawah naungan Bayt Al Zakat wa Al Shadaqat Al Mishiry, Sunah Alhayyah dan juga Mishr Al Kheir, Egyptian Red Crescent Society. “Selain Mesir kami juga menyalurkan bersama dengan Yordania melalui airdrops, Jordan Hashemite Charity Organization, dan International Networking for Humanity, dan Woman’s Center Al Thouri Silwan di Gaza. Juga pada tanggal 3 Januari 2025 BAZNAS juga sudah berkomitmen bersama dengan UNWRA untuk memberikan bantuan sebesar Rp7 miliar untuk Palestina,” ucap Kiai Noor. Selain memberikan banyuan di masa darurat, ungkap Kiai Noor, BAZNAS juga berencana mendukung rekonstruksi di Palestina dengan membangun Rumah Sakit Indonesia, Masjid, dan Sekolah. Ia berharap, Ketua MPR RI dan Menteri Luar Negeri dapat melakukan peletakan batu pertama sebagai simbol solidaritas bangsa Indonesia. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia atas dukungan dan kepedulian yang luar biasa terhadap saudara-saudara kita di Palestina. Semoga langkah-langkah ini dapat menjadi bukti nyata solidaritas kita sebagai bangsa yang peduli terhadap nilai-nilai kemanusiaan,” ucapnya. Kegiatan ini juga dihadiri Duta Besar Kerajaan Hasyimiyah Yordania untuk Indonesia H.E. Mr. Sudqi Al Omoush, Duta Besar Mesir untuk Indonesia, HE Yasser Hassan Farag Elshemy, Konselor Kedutaan Mesir untuk Indonesia, Mr. Osama Hamdy, Ketua Majelis Ulama Indonesia Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional (HLNKI), Prof. Dr. H. Sudarnoto Abdul Hakim, M.A., Wakil Ketua, Pimpinan, Sekretaris Utama dan Kedeputian BAZNAS RI, hadir secara online The United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA), Jordan Hashemite Charity Organization (JHCO), serta King Hussein Cancer Foundation (KHCF). Public Expose Membasuh Luka Palestina juga dihadiri oleh BAZNAS Provinsi/Kota/Kabupaten, Mitra Perusahaan, LAZ, UPZ, dan para munfiq yang telah membersamai BAZNAS menyukseskan Program Membasuh Luka Palestina.
BERITA16/01/2025 | Humas BAZNAS RI
Keutamaan Bulan Rajab dalam Islam: Makna dan Signifikansinya
Keutamaan Bulan Rajab dalam Islam: Makna dan Signifikansinya
Keutamaan Bulan Rajab dalam Islam mempunyai kedudukan yang tinggi, dikarenakan bulan Rajab termasuk sebagai bulan asyhur al-hurum atau bulan mulia, yaitu Dzulhijjah, Dzulqadah, Muharram, dan Rajab. Keutamaan Bulan Rajab juga dikarenakan terletak di antara bulan Jumadal Akhiroh dan bulan Syaban. Bulan Rajab juga termasuk bulan haram yang mempunyai makna ada larangan untuk melakukan perbuatan haram yang lebih lebih ditekankan daripada bulan lainnya. Maka dari itu, karena mulianya bulan tersebut, maka sangatlah baik untuk melakukan amalan ketaatan dan perbuataan kebaikan. Penamaan bulan haram mempunyai makna atas dasar pada bulan tersebut diharamkan berbagai pembunuhan. Hal tersebut pun diyakini oleh orang-orang Jahiliyyah. Apalagi kalau melakukan kemaksiatan pada Bulan Haram. Seperti dikisahkan Ibnu Abbas. “Allah SWT mengkhususkan empat bulan tersebut sebagai bulan haram, dan dianggap sebagai bulan suci, melakukan maksiat pada bulan tersebut dosanya akan lebih besar, dan amalan sholeh yang dilakukan akan menuai pahala yang lebih banyak.” Keutamaan bulan Rajab juga diyakini menjadi waktu yang baik untuk melakukan amalan ketaatan, dan melakukan puasa sunnah.
BERITA07/01/2025 | Humas BAZNAS RI
Beri Pelayanan Terbaik, BAZNAS RI Dorong Fundraiser Optimalkan Pemanfaatan Teknologi Digital
Beri Pelayanan Terbaik, BAZNAS RI Dorong Fundraiser Optimalkan Pemanfaatan Teknologi Digital
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendorong para fundraiser untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan zakat. Hal ini dikemukakan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen M.S., M.Ec., Ph.D, saat menjadi pembicara dalam Fundraising Development Program (FDP), di Jakarta, Kamis (2/1/2025). FDP ini merupakan program pendidikan dan pelatihan yang dirancang khusus untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan kompetisi para fundraiser di BAZNAS Pusat, BAZNAS Provinsi/Kabupaten/kota. Dalam mendukung transforasi digital, saat ini BAZNAS telah menghadirkan aplikasi-aplikasi nasional untuk memberikan kemudahan serta layanan bagi para muzaki. Diantaranya aplikasi SIMBA, Simbalite, Kantor Digital, Menara Masjid, SIMBA-UPZ, dan Cinta Zakat. "Para fundraiser harus bisa memanfaatkan teknologi digital agar mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada muzaki maupun mustahik," kata Prof. Nadra. Menurut Prof. Nadra, implementasi teknologi dan mengikuti perkembangannya menjadi syarat mutlak untuk meningkatkan transparansi dan profesionalisme selain kepatuhan terhadap prinsip 3A yaitu aman syar’i, aman regulasi dan aman NKRI. “Karena itu, dengan memanfaatkan teknologi, kita harus mampu meningkatkan efisiensi kerja serta memperluas jangkauan BAZNAS,” ujar Prof. Nadra. Selain itu, Prof. Nadra menyebut ilmu pertama yang harus dipelajari fundraiser adalah komunikasi. Sebab komunikasi secara teori merupakan sumber utama. "Pesan kita adalah bagaimana kita dapat menfasilitasi kepada para muzaki untuk dapat mengeluarkan zakat dan infak maupun sedekah," ujarnya. Dengan demikian, Prof. Nadra menilai seorang fundraiser harus mengetahui media dan strategi yang digunakan. Hal ini dilakukan agar pesan yang hendak diberikan mudah dimengerti dan dipahami khalayak. "Pesan harus jelas dan menarik, keahlian membuat pesan ini harus dimiliki para fundraiser," jelasnya. Di samping itu, lanjut Prof. Nadra, layanan muzaki juga penting dipelajari para fundraiser untuk memastikan bahwa BAZNAS harus mendapat kepercayaan dari masyarakat. "Jadi kalau BAZNAS tidak dipercaya oleh muzaki, tidak akan sampai pesan tersebut," ucapnya. Dalam kesempatan ini, Prof. Nadra berpesan kepada para fundraiser agar dapat membangun kepercayaan masyarakat kepada BAZNAS. "Kita harus mampu membangun kepercayaan masyarakat agar mereka dapat menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS," jelasnya. Adapun peserta Fundraising Development Program (FDP) ini terdiri atas amilin dan amilat BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota. Kegiatan ini juga akan dilaksanakan selama tiga bulan mulai Desember 2024 hingga Februari 2025. Program FDP ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas lembaga, melahirkan kader di bidang fundraising, mendorong pertumbuhan dan penguatan penghimpunan ZIS pada lingkup nasional.
BERITA02/01/2025 | Humas BAZNAS RI
Tebar Kebaikan Melalui Sedekah Akhir Tahun
Tebar Kebaikan Melalui Sedekah Akhir Tahun
Tanpa terasa tahun 2024 akan segera berakhir dan berganti tahun 2025. Begitu banyak kebaikan dan rahmat dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang telah dilimpahkan kepada kita selama tahun ini. Maka sudah sepatutnya kita sebagai umat manusia bersyukur atas nikmat yang telah diberikan, salah satunya dengan sedekah akhir tahun. Sedekah merupakan bentuk amalan yang multimanfaat, karena memberi kebaikan kepada pemberi dan penerima. Sedekah menjadi bentuk iman dan ketaatan manusia pada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, atas nikmat yang telah diberikan. Sedekah sangatlah dianjurkan dalam Islam karena dapat memberi manfaat kepada orang banyak terutama mereka yang membutuhkan. Anjuran untuk bersedekah diperintahkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala, seperti termaktub dalam beberapa surat di Al-Quran. Allah berfirman dalam Surat An-Nisa Ayat 114 yang artinya : “Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisik-bisikan mereka, kecuali (bisik-bisikan) orang yang menyuruh bersedekah, atau berbuat kebaikan, atau mendamaikan di antara manusia. Dan siapa yang berbuat demikian dengan maksud mencari keridhoan Allah, tentulah Kami akan memberi kepadanya pahala yang amat besar.” Kemudian juga tercantum dalam dalam surat Al-Baqarah ayat 245 yang berbunyi: "Barang siapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik maka Allah melipatgandakan ganti kepadanya dengan banyak. Allah menahan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya lah kamu dikembalikan." Sebagai wujud rasa syukur atas nikmat yang telah dianugerahkan mari sempurnakan keberkahan akhir tahun melalui sedekah akhir tahun, menjadikan harta kita menjadi berkah dengan sedekah. Mari bersedekah sebagai rasa syukur kita atas kenikmatan dan keberkahan di pengujung tahun. Alangkah nikmatnya jika kita menutup tahun dengan menebar kebaikan, salah satunya dengan sedekah akhir tahun. Cara sedekah akhir tahun juga mudah melalui BAZNAS. Saat ini untuk bersedekah, Anda bisa menunaikannya melalui BAZNAS. Untuk menunaikan sedekah akhir tahun, Anda bisa mengunjungi link https://kabluwu.baznas.go.id/sedekah , lalu pilih menu sedekah dan masukkan nominal yang ingin didonasikan. Kemudian isi data dan cara pembayaran. Dengan Sedekah Online BAZNAS, Anda akan semakin dimudahkan dalam mendapatkan pahala, tentunya hal ini bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja, cukup menggunakan ponsel pintar Anda. Mari terus menebar kebaikan dan manfaat bersama BAZNAS.
BERITA24/12/2024 | Muh. Saifullah N
BAZNAS Luwu Ikuti Manajemen Bencana Di Palopo
BAZNAS Luwu Ikuti Manajemen Bencana Di Palopo
Belopa, Luwu, Sulawesi Selatan BAZNAS Kabupaten Luwu mengikuti kegiatan Pelatihan Manajemen Bencana Tingkat Dasar yang di adakan oleh BAZNAS Kota Palopo, 20-22 Desember 2024. Pada kegiatan ini dihadiri langsung oleh TIM BAZNAS Tanggap Bencana Republik Indonesia. kegiatan tersebut berlangsung selama 3 hari, Kegiatan ini di hadiri oleh Wakil ketua IV BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan ( H. Azis Bennu), beliau berharap kegiatan ini akan menghadirkan relawan yang capat, tapat dan tanggu dalam mengatasi berbagai bencana yang ada diwilayah masing-masing. selain itu melalui sambutan PJ Walikota Palopa, berharap agar BAZNAS Lebih berkaloborasi bersama PEMDA dalam mengatasi berbagai bencana yang ada. Kegiatan Pelatihan ini diikuti oleh 52 peserta yang terdiri dari beberapa BAZNAS Se Tanah Luwu dan Pinrang, serta dari relawan di beberapa kelurahan yang ada di kota palopo, selain itu ikut hadir juga dari BPBD, DAMKAR, PMI dan Perwakilan Rumah Makan Rakyat Kota Palopo. Kegiatan ini membahas topik-topik penting seperti: 1. Pengenalan Kebencanaan 2. Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan 3. Pertolongan Di Air 4. Manajemen Kebencanaan Oleh BAZNAS RI kami sangat bersyukur dengan adanya pelatihan ini, karena lebih menambah wawasan kami mengenai manajemen bencana, terutama dalam membuat laporan saat menghadapi bencana serta membuat laporan pasca penananan bencana, serta kami berterima kasih kepada pihak pelaksana terkhusus BAZNAS Kota Palopo telah mengundang kami untuk mengikuti kegiatan tersebut, tutup Komandan BTB Kabupaten Luwu (Muh Saifullah N)
BERITA22/12/2024 | Muh. Saifullah N
Upaya Meningkatkan Kualitas Perencanaan, BAZNAS Lakukan Bimtek RKAT
Upaya Meningkatkan Kualitas Perencanaan, BAZNAS Lakukan Bimtek RKAT
Belopa, Sulawesi Selatan - Sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas dan kualitas perencanaan kegiatan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sulawesi Selatan menyelenggarakan Kegiatan Evaluasi RKAT 2024 dan Pendampingan Penyusunan RENJA, RENSTRA DAN RKAT 2025. Bimtek ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan mendalam kepada para Amil Zakat dalam menyusun dokumen perencanaan, terutama Rencana Kerja (Renja) dan RKAT untuk tahun 2025 serta mengevaluasi sejauh mana pencapaian target pada tahun 2024. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan efisiensi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di Sulawesi Selatan. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, dimulai pada tanggal 07 sampai 09 Oktober 2024. Durasi yang cukup panjang ini dirancang untuk memastikan bahwa peserta bimtek dapat memahami dan mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dengan baik. Hotel Almadera Makassar Sulawesi Selatan, menjadi lokasi yang dipilih untuk penyelenggaraan bimtek. Pilihan tempat ini tidak hanya strategis dari segi aksesibilitas tetapi juga memberikan Pemandangan Pantai Losari karena keberaddan hotel dekat dengan Pantai. Bimtek ini diselenggarakan dengan tujuan utama memberikan pengetahuan mendalam kepada Amil Zakat dalam menyusun dokumen RKAT BAZNAS tahun 2025. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang perencanaan, diharapkan BAZNAS dapat merumuskan kebijakan dan program yang lebih efektif untuk mencapai tujuan Bersama yaitu mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Peserta bimtek terdiri dari perwakilan setiap BAZNAS Kabupaten dan Kota se Sulawesi Selatan. Kehadiran mereka mencerminkan komitmen BAZNAS untuk terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi para Amil Zakat dalam mengelola dana zakat dengan baik. Bimtek ini dirancang untuk memberikan bimbingan teknis dalam penyusunan Rencana Kerja, dokumen RKAT, laporan evaluasi, dan aspek-aspek perencanaan kegiatan BAZNAS. Materi disampaikan melalui berbagai metode, termasuk presentasi, diskusi interaktif, dan studi kasus. Hal ini bertujuan agar peserta dapat memahami secara menyeluruh dan mampu mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh dalam pekerjaan sehari-hari mereka. Melalui kegiatan ini BAZNAS Se Provinsi Sulawesi Selatan di targetkan akan melakukan pengumpulan sebesar Rp. 228.789.110.000 untuk On Balance Shet sedangkan Rp. 1.031.272.300.000 untuk Off Balance Shet, Untuk BAZNAS Kabupaten Luwu Sendiri diberikan Target Pengumpulan ZIS sebanyak Rp. 22.178.600.000 dengan On Balance Shet Rp. 11.088.000.000 dan Off Balance Shet Rp. 11.090.600.000 Diharapkan BAZNAS Kabupaten dan Kota se Sulawesi Selatan dapat mengoptimalkan perencanaan kegiatan mereka untuk tahun 2025, sehingga kontribusi BAZNAS dalam pembangunan sosial ekonomi masyarakat semakin signifikan.
BERITA10/10/2024 | Muh. Saifullah N
Pendampingan Audit Syariah dan Akreditasi
Pendampingan Audit Syariah dan Akreditasi
Belopa,BAZNAS Luwu --- Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan melalui bidang Penerangan Agama Islam, Pemberdayaan Zakat dan Wakaf melakukan Pengawasan, Pendampingan Audit Syariah dan Akreditasi Lembaga Pengelola Zakat di BAZNAS Kabupaten Luwu. Bertempat di ruang rapat pimpinan BAZNAS Luwu, Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Pemberdayaan Zakat dan Wakaf KANWIL Kemenag Sulsel ( Dr. H. Mulyadi Iskandar, SE.,MM) di sambut oleh para pimpinan BAZNAS Luwu, disamping itu turut hadir juga penyelenggara Zakat Wakaf Kementerian Agama Kabupaten Luwu (Muslimin,S.Pd) didampingi beserta Staf. pada Jum'at 04/10/2024. Pada pertemuan tersebut Ketua BAZNAS Luwu (Drs. Ismail Ibrahim) berharapa agar kegiatan ini dapat memberikan masuk-masukan kepada baznas luwu agar biar lebih baik lagi kedepannya, sehingga pengelolaan zakat dapat lebih baik lagi. kami berharap kepada bapak kepala Bidang dapat mengeluarkan intruksi agar para pegawai kemenag Luwu mengeluarkan zakatnya di BAZNAS Luwu, seperti yang diketahui bahwa saat ini yang kami kumpulkan hanya Infak saja, untuk zakat profesi belum dilakukan. Dikesempatan yang sama, H. Bakri, SE.I, ME, Ketua Tim Kerja Zakat dan Wakaf Bidang Penaiszawa Kanwil Kementerian Agama Prov. Sulawesi Selatan menyampaikan bahwa BAZNAS menyampaikan bahwa kita ini lembaga masyarakat mengelola dana ummat agar kiranya dapat memperhatikan kesejahtraan masyarakat sesuai dengan misi kita yaitu untuk mengentaskan kemiskinan. Audit kepatuhan syariah dan akreditasi BAZNAS merupakan Program Nasional Kemenag untuk melihat sejauh mana dana zakat dapat terdistribusi pada 8 Asnaf penerima zakat, apakah sudah tepat sasaran dan tepat pelaporan, sehingga dilakukan pemeriksaan dalam aspek pengumpulan dan pendistribusian, termasuk pelaporan tahun 2023 dan semester 1 tahun 2024 untuk mengetahui sampai dimana pengelolaan zakat di sulsel, termasuk di BAZNAS Kabupaten Luwu
BERITA04/10/2024 | Muh. Saifullah N
Perkuat Lembaga, BAZNAS Luwu Lakukan RAKOR
Perkuat Lembaga, BAZNAS Luwu Lakukan RAKOR
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Luwu melakukan Rapat Koordinasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Tingkat Desa di dua tempat yang berbeda yaitu Kecamatan Bupon dan Kecamatan Ponrang, Senin, 30 September 2024. Pasca mengikuti RAKORNAS BAZNAS di IKN, Pimpinan BAZNAS Luwu lakukan Rapat Koordinasi tingkat UPZ Desa di kecamatan Bupon dan Kecamatan Ponrang, yang di ikuti oleh para perwakilan pengurus UPZ Tingkat Desa. di kecamatan Bupon turut hadir dalam kegiatan tersebut Bapak Camat Bupon (Gunawar Paesmo) bersama Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Bupon (Ariping) Ketua BAZNAS Luwu ( Drs. Ismail Ibrahim) dan wakil Ketua IV BAZNAS Luwu (H. Abd Wahid Fattah) Pada kesempatan itu Bapak camat menghimbau agar para pengurus lebih banyak lagi melakukan sosialisasi penguatan pengumpulan pada muzakki yang ada di wilayahnya yang mana nantinya dana yang terkumpul dapat membantu saudara- saudara kita yang membutuhkan terutama untuk mengentaskan kemiskinan di kecamatan bupon. Disamping itu Ketua BAZNAS Luwu memberikan semangat kepada pengurus UPZ Desa, dan berharap juga di kecamatan bupon mempunyai wilayah Desa Sadar Zakat, kita upayakan ada satu atau dua desa yang bisa menjadi contoh Desa Sadar Zakat yang ada di kecamatan Bupon. Ditempat yang berbeda di aula kantor camat ponrang hadir Bapak Camat Ponrang (Musta SE), Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Ponrang (Drs. Kisman) Wakil Ketua I BAZNAS Luwu (M.Jihad Syarifuddin,SH.,M.Si) dan Wakil Ketua III BAZNAS Luwu (Dra. Hj. Hafisah Saleng) beserta pengurus UPZ Desa Se-kecamatan Ponrang. Perlu adanya sosialisasi ini dilakukan disetiap desa, agar masyarakat bisa lebih tau lagi tentang kewajiban menunaikan zakat tersebut. karena kalau hanya di lakukan di kecamatan saja maka masyarakat kurang mengetahui tentang pemahaman berzakat, ungkap salah satu Peserta Rakor di kecamatan Ponrang. Selain itu Kepala KUA Drs Kisman juga berharapa jika ingin melakukan sosialisasi di tingkat desa, silahkan sampaikan kepada saya, nanti saya sampaikan ke Pengurus Kabupaten untuk menindak lanjuti hal tersebut agar di pasilitasi dalam upaya mensosialisasikan lagi tentang pengelolaan Zakat.
BERITA01/10/2024 | Muh. Saifullah N
Pimpinan BAZNAS Luwu Hadiri Rakornas di IKN
Pimpinan BAZNAS Luwu Hadiri Rakornas di IKN
Badan Amil Zakat Nasional Kab. Luwu menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) di IKN. Untuk kali pertama Gelaran RAKORNAS ini digelar di Ibu Kota Nusantana IKN Kabupaten Penajam Paser Utara Kalimantan Timur. Kegiatan Rakornas ini di gelar mulai tanggal 25-27 September 2024 dan diikuti peserta kurang lebih 1200 Orang. Pimpinan BAZNAS Luwu turut hadir pada gelaran Rakornas kali ini, diantaranya Ketua Baznas Luwu ( Drs. Ismail Ibrahim) bersama Wakil Ketua I ( M.Jihad Syarifuddin, SH.,M.Si) Wakil Ketua II ( Zainal Abidin, S.Pd) dan Wakil Ketua III ( Dra. Hj. Hafisah Saleng) Gelaran Rakornas kali ini di Buka oleh Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo. Presiden Jokowi memuji langkah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI yang memanfaatkan teknologi digital, sehingga target pengumpulan zakat, infak, dan sedekah selalu melampaui target. "Saya senang beberapa kali saat BAZNAS mengadakan acara di istana, semuanya sudah dilakukan dalam bentuk digitalisasi, ini adalah bentuk kecepatan yang saya inginkan," ujar Presiden Jokowi dalam acara yang juga dihadiri Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA. Menurut Presiden Jokowi, pemanfaatan teknologi digital membuat pengumpulan zakat, infak, sedekah di Indonesia selalu melampaui target dalam beberapa tahun terakhir, terutama sejak digulirkannya Gerakan Cinta Zakat pada 2021 lalu. Presiden Jokowi menambahkan, prestasi yang ditorehkan BAZNAS selama ini harus terus ditingkatkan melalui terobosan-terobosan baru, mengingat populasi Muslim di Indonesia termasuk yang paling besar di Indonesia. Turut hadir dalam acara tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Wakil Menteri Agama KH. Saiful Rahmat Dasuki, Wakil Menteri Pertanahan Raja Juli Antoni, serta perwakilan dua ormas besar Islam di Indonesia Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.
BERITA26/09/2024 | Muh. Saifullah N
Atasi Dampak Kekeringan, BAZNAS RI Salurkan 869.000 Liter Air Bersih ke Sejumlah Wilayah
Atasi Dampak Kekeringan, BAZNAS RI Salurkan 869.000 Liter Air Bersih ke Sejumlah Wilayah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan 869.000 liter air bersih ke enam wilayah di Indonesia untuk mengatasi dampak kekeringan yang berkepanjangan. Enam wilayah tersebut yaitu, Bogor sebanyak 24.000 liter air bersih, Bekasi 216.000 liter, Kuningan sebanyak 100.000 liter, Tulungagung sebanyak 450.000 liter, Bima sebanyak 25.000 liter, dan Maros sebanyak 54.000 liter. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan MA., menyampaikan, bantuan air bersih tersebut merupakan bentuk hadirnya BAZNAS RI di tengah masyarakat, terutama mereka yang sedang menghadapi kesulitan akibat kekeringan. “BAZNAS RI berkomitmen untuk hadir di tengah-tengah masyarakat yang membutuhkan, sebagai wujud nyata dari fungsi kami dalam menyalurkan zakat dan sedekah untuk kepentingan sosial. Alhamdulillah, dalam periode Agustus dan September, kita telah menyalurkan 869 ribu liter air bersih,” ujar Saidah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (24/9/2024). Saidah mengatakan, BAZNAS RI menyadari pentingnya akses air bersih dalam menjaga kesehatan dan kelangsungan hidup masyarakat. Oleh karena itu, BAZNAS RI berkomitmen untuk terus hadir dalam setiap keadaan darurat dan selalu menyalurkan bantuan tepat sasaran. “Penyaluran ini adalah bagian dari upaya kami untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat, yakni akses terhadap air bersih, dapat terpenuhi. Kami berharap bantuan berupa air bersih yang telah disalurkan dapat bermanfaat bagi masyarakat,” katanya. Dia menjelaskan, sebanyak 869.000 liter air bersih didistribusikan kepada warga menggunakan mobil truk tangki. Untuk menghindari antrian, air bersih ditampung dalam kolam penampungan buatan yang disiapkan BAZNAS untuk memudahkan warga menggambil air bersih tersebut. Saidah melanjutkan, untuk ke depannya, pendistribusian air bersih yang dilakukan BAZNAS tak akan berhenti sampai di sini. BAZNAS akan memetakan daerah yang memerlukan bantuan, dan membantu masyarakat yang membutuhkan. "Sesuai visi BAZNAS untuk menyejahterakan umat, kesejahteraan itu mencakup banyak aspek, salah satunya tentu ketersediaan air bersih," kata Saidah. “Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini, khususnya para muzaki dan donatur yang senantiasa mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya kepada BAZNAS,” pungkasnya.
BERITA25/09/2024 | Muh. Saifullah N
Perkuat UPZ Desa, BAZNAS Luwu Lakukan Koordinasi
Perkuat UPZ Desa, BAZNAS Luwu Lakukan Koordinasi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Luwu mengadakan Rapat Koordinasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Tingkat Desa Se-Kecamatan Belopa di aula Kantor Camat Belopa, Kamis, 19 September 2024. Pada kegiatan tersebut dihadiri oleh Ibu Camat Belopa Bersama dengan Ketua UPZ Kecamatan Belopa serta para pengurus UPZ Tingkat Desa yang ada di kecamatan belopa, Dimana ada terdapat 9 UPZ Desa yang ada di kecamatan tersebut. Ketua BAZNAS Luwu, Bapak Drs. Ismail Ibrahim menyampaikan betapa pentingnya rapat koodinasi ini sebagai bentuk evaluasi kinerja para UPZ Desa yang ada di Kecamatan Belopa untuk meningkatkan Kesadaran Masyarakat tentang pentingnya menunaikan Zakat di BAZNAS. Selain itu ditambahkan oleh Wakil Ketua II Baznas Luwu ( Zainal Abidin) menerangkan bahwa kita berharap kecamatan belopa ini bisa menjadi contoh Desa yang akan sadar dengan zakat, seperti yang di lakukan di Kelurahan Balo-balo, masyarakat sudah mulai mengeluarkan zakat pertaniannya melauli UPZ yang mana nantinya di sampaikan Ke BAZNAS Kabupaten untuk dilakukan pencatatan sebagai bentuk pengelolaan zakat. Ia juga menambahkan bahwa bukan hanya masyarakat kelurahan Balo-balo saja yang mengeluarkan zakatnya ke BAZNAS, kita upayakan semua desa dan kelurahan yang ada di belopa juga mengeluarkan zakatnya di BAZNAS baik itu Zakat Pertanian maupun Zakat Penghasilan Lainya. Disamping itu Camat Belopa ( Hj. Rahmatia, S.Sos,M.Si) mendukung sepenuhnya dengan terbentuknya UPZ di Kecamatan Belopa, kami berharap kegiatan-kegiatan seperti ini bukan hanya dilaksanakan di kecamatan saja, tapi baiknya ke kantor-kantor desa agar bukan hanya pengurus UPZ yang di berikan sosialisasi tapi juga kepada Masyarakat setempat agar pemahaman tentang berzakat dapat lebih ditingkatkan lagi.
BERITA19/09/2024 | Muh. Saifullah N
BAZNAS SULSEL Kumpulkan PIC BAZNAS Se-Sulsel
BAZNAS SULSEL Kumpulkan PIC BAZNAS Se-Sulsel
Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Sulawesi Selatan Mengadakan Penataran Evaluasi Hasil Indeks Zakat Nasional dan Kaji Dampak Zakat 2023 untuk penguatan Pengelolaan Zakat 2024-2024 di Hotel Swiss-Belcourt Makassar (12-13 September 2024) Penataran itu dikiuti oleh 21 BAZNAS Kabupaten/kota Se-Sulawesi Selatan. di antaranya BAZNAS Kabupaten Luwu yang diikuti oleh Wakil Ketua II (Zainal Abidin, S.Pd) di dampingi staf (Muh. Saifullah N). Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka penguatan dalam pengelolaan Zakat Infak dan sedekah di kalangan BAZNAS Se-Sulawesi Selatan yang dilakukan selama dua hari. Menurut Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan,Penataran ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan seluruh anggota BAZNAS tingkat provinsi dan seluruh kabupaten kota agar menciptakan kinerja yang baik dari segi manajemen dan administrasi yang lebih baik lagi, dengan manajemen yang baik sangat berperan penting dalam peningkatan dan pengembangan pengelolaan zakat salah satunya pemahaman kerja kolektif kolegial serta peduli dengan tupoksi kerja masing-masing seluruh daerah apalagi saat ini teknologi terus berkembang sehingga sistem digital juga perlu ditingkatkan dalam pengumpulan zakat diharapkan agar kegiatan ini menjadi wadah untuk mengukur kinerja dan tantangan dalam pengelolaan zakat di Sulawesi Selatan Ujarnya "dr.Muh. Khidri Alwi Sementara itu direktur kajian dan pengembangan zakat infaq sedekah dan dana sosial keagamaan lainnya mengatakan "Kita akan sama-sama membedah hasil indeks zakat nasional di tahun 2023 lalu, yang nanti sama-sama kita lihat di mana posisi kekuatan baznas se Sulsel ini dan di mana kelemahan itu yang harus kita perbaiki, posisi sekarang di sulsel baznas cukup baik artinya di banding dengan provinsi-provinsi yang lain, saya kira sulsel menjadi salah satu daerah pengelolaan zakat yang terbaik diantara yang terbaik. Juga menekankan terkait potensi zakat di Indonesia bisa mencapai 327 Triliun Rupiah karena Indonesia merupakan negara dengan pengelolaan zakat terluas di dunia oleh karena itu pengelolaan zakat diharapkan tidak luput dengan merumuskan dan mengembangkan berbagai strategi karena tantangan terbesar saat ini seberapa banyak bisa mencakup para Amil zakat.
BERITA15/09/2024 | Muh. Saifullah N
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat